Sinjai Tengah (Humas MTsN 3 Sinjai) ---- Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai menjadi pusat rapat koordinasi penting bagi para pimpinan madrasah pada Rabu (29/4/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala MTsN 3 Sinjai, Baso Khairan hadir langsung mengikuti dua agenda utama yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat tata kelola lembaga terutama Pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kemenag Sinjai.
Kegiatan ini diawali dengan Sosialisasi dari IAIN Bone terkait program kelanjutan studi untuk jenjang S1, S2, dan S3. Sosialisasi ini menjadi angin segar bagi para tenaga pendidik dan kependidikan yang ingin memperdalam keilmuan akademisnya guna menunjang profesionalisme di satuan kerja masing-masing. Usai sosialisasi, agenda berlanjut ke Rapat Koordinasi Zona Integritas (ZI) yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Sinjai, H. Syamsuddin.
Beberapa arahan strategis Kasi Penmad Kemenag Sinjai dari Disiplin ASN hingga Zona Integritas. Dalam arahannya, beliau menekankan 6 (enam) poin krusial yang harus segera diimplementasikan oleh setiap satuan kerja yakni:
1. Kedisiplinan Jam Kerja: ASN diwajibkan memenuhi beban kerja 37,5 jam per pekan dan wajib berada di lingkungan satker selama jam kerja berlangsung. Tim Penmad akan melakukan evaluasi rutin dan turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi dan kondisi di tiap satker.
2. Perluasan Akses: Madrasah didorong untuk segera menyusun proposal bagi pembentukan kelas jauh guna menjangkau akses pendidikan yang lebih luas.
3. Manajemen Rombel: Terkait PPDB, jika jumlah pendaftar dalam satu rombongan belajar (rombel) melebihi 30 orang, maka diperbolehkan untuk dipecah demi efektivitas pembelajaran.
4. Literasi Digital: Penggunaan Handphone (HP)di lingkungan madrasah harus diperketat dengan merujuk pada edaran resmi yang telah diterbitkan.
5. Target Zona Integritas: Setiap satker diminta serius mengawal pelaksanaan ZI dengan target besar bisa lolos penilaian TPP 1.
6. Administrasi Kepegawaian: Pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) beserta bukti dukungnya harus segera dirampungkan untuk kemudian dinilai oleh pimpinan.
Melengkapi arahan tersebut, Pengawas Madrasah, H. Rudiyanto memberikan catatan penting dari sisi pedagogis dan manajerial. Beliau menekankan pentingnya budaya "Sambut Murid" di gerbang madrasah setiap pagi. Langkah ini diyakini mampu menanamkan rasa cinta dan kasih sayang antara guru dan murid sebelum memulai aktivitas belajar-mengajar.
Selain itu, terkait supervisi akademik, H. Rudiyanto menjelaskan bahwa guru yang menerapkan Kurikulum Merdeka tetap menggunakan aplikasi lama. Sementara itu, bagi madrasah yang telah menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, diwajibkan menggunakan aplikasi terbaru yang telah disiapkan untuk memantau perkembangan kompetensi murid secara lebih emosional dan terukur.
Kehadiran Plt Kepala MTsN 3 Sinjai dalam rapat ini menegaskan komitmen madrasah untuk terus bersinergi dengan kebijakan kabupaten demi mewujudkan madrasah yang lebih maju, bermutu dan mendunia. (IS)